Makalah hadist ahkam kedudukan niat dalam beramal

MAKALAH HADIST AHKAM“KEDUDUKAN NIAT DALAM BERAMAL

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Amal yang pasti diterima adalah yang dikerjakan dengan ikhlas. Niat ikhlas biasa dilakukan sebelum amal dilakukan. Salah satu karunia Allah yang harus disyukuri adalah adanya kesempatan untuk beramal.Menjadi jalan kebaikan dan memberikan manfaat kepada orang lain.karenanya, jangan pernah menunda kebaikan ketika kesempatan itu datang. Lakukan kebaikan semaksimal mungkin dan lupakan jasa yang sudah dilakukan.
Ketahuilah bahwa banyaknya pahala dari sebuah amal itu menunjukkan kecintaan kepada allah bagi mereka yang mengerjakan amal tersebut dengan ikhlas. Rangkaian ujian menjadi bumbu dalam melaksanakan amal tersebut. Namun bagi yang benar-benar melakukannya hanya karena allah, maka ia diberi ketenangan dalam menjalankannya. Insyaallah pertolongan Allah amatlah dekat bagi hamba yang berada di jalannya.
B.  RUMUSAN MASALAH
1.  apa yang dimaksud dengan niat dalam beramal ?
2.  sebutkan hadist dalam niat beramal ?
3.  sebutkan contoh niat dalam beramal ?

C. TUJUAN PENELITIAN
1.  Mengetahui hadist niat beramal ?
2.  Mengetahui pengertian niat dalam beramal ?
3.  Mengetahui contoh niat beramal ?
BAB II
PEMBAHASAN

1.Hadist Niat Dalam Beramal
A. Hadist
عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رضي الله عنه قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ : إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ – وَفِي رِوَايَةٍ : بِالنِّيَّةِ – وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ . 
                                                                                                                                                           
Dari Umar bin Khaththab ra, ia berkata; Aku mendengar Rasulullah saw bersabda; Amal itu hanyalah dengan niat, dan bagi setiap orang (balasan) sesuai dengan apa yang diniatkannya. Barangsiapa berhijrah (dengan niat) kepada Allah dan RasulNya, maka (ia mendapatkan balasan) hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, dan barangsiapa berhijrah (dengan niat) kepada (keuntungan) dunia yang akan diperolehnya, atau wanita yang akan dinikahinya, maka (ia mendapatkan balasan) hijrahnya kepada apa yang ia hijrah kepadanya.






عَنِ بْنِ عَباسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ اَنهُ قَالَ النبِي صَلى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلمَ : اِن اللهَ كَتَبَ اْلحَسَنَاتِ وَالسيئَاتِ ثُم بَيْنَ ذَالِكَ فَمَنْ هَم بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً فَاءِنْ هُوَ هَم بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ لَهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ اِلَى سَبْعِمِا ئَةِ ضِعْفٍ اِلَى اَضْعَافٍ كَثِيْرَةٍ وَمَنْ هَم بِسَيئَةٍ فَلَمْ يَعْمَلُهَا كَتَبَهَا اللهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً فَاءِنْ هُوَ هَم بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللهُ لًهُ سَيئَةً وَاحِدَةً
Ibnu abbas r.a berkata, Nabi saw bersabda,”Sesungguhnya Allah menulis segala kebajikan dan kejahatan. Kemudian beliau menjelaskan masing-masing kebajikan dan kejahatan. “Maka siapa-siapa yang berkeinginan melakukan sesuatu kebajikan, tetapi ia tidak melakukannya, maka Allah menulis disisi-Nya suatu kebajikan yang sempurna untuknya. Tetapi bila ia berkeinginan melakukan sesuatu kebajikan, lalu mengamalkannya, maka Allah menulis disisi-Nya sepuluh sampai tujuhratus  kali kebajikan untuknya, bahkan sampai dilipatkan gandakan berkali-kali. Dan siapa-siapa yang berkeinginan melakukan kejahatan,

B.Mufrodat
نِّيَّاتِ: adalah bentuk jamak dari (لنِّيَّةِ) artinya : (NIAT) tujuan dan tekad di dalam hati untuk melakukan sesuatu
هِجْرَ: secara bahasa berarti meninggalkan. Secara Syara’ yaitu meninggalkan negeri kafir menuju negara islam
دُنْيَا: berarti dunia

Pelajaran dari hadist
1.      Niat adalah syarat pokok dalam beramal.
2.      Beramal dengan niat ikhlas, karena Allah semata.
3.      Sah atau batal,sempurna atau kurangnya nilai amal, bahkan apakah suatu amal bernilai ibadah atau sekedar kebiasaan tergantung niat. Orang yang melakukan suatu ibadah dengan niat riya’, ia berdosa. Pahala yang sempurna dari allah hanya akan diberikan kepada orang yang beribadah dengan niat ikhlas lillahi ta’ala
4.      Tempatnya niat dalam hati. Perlu atau tidaknya dilafalkan, membutuhkan dalil tersendiri. Jika tidak ada dalil yang memerintahkan untuk melafalkan niat, maka kembali kepada asalnya, niat di dalam hati. Melafalkan niat tanpa dalil bisa masuk ke dalam bid’ah
5.      Seseorang harus cermat kepada niat amalnya, sehingga ia bisa beramal dengan niat yang ikhlas karena Allah.
6.      Kewajiban mewaspadai riya’ dan hal-hal yang merusak keikhlasan.
7.      Peringatan dari tujuan keduniaan, karena dunia adalah fitnah (ujian)
8.      Melakukan ibadah dengan tujuan duniawi termasuk merusakkan keihklasan,sehingga Allah tidak meberikan pahala diakhirat
9.      Dhahir hadis ini menunjukkan bahwa orang beramal akan mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya, maka orang yang beramal akan kepentingan dunia ia akan mendapatkan hasil di dunia saja.
10.  Hijrah adalah sebuah ibadah yang agung

2.  Pengertian Niat Dalam Beramal

Niat dalam arti motivasi, juga sangat menentukan diterima atau tidaknya suatu amal oleh Allah SWT. Shalat umpamanya, yang dianggap sah menurut pandangan syara’ karena memenuhi berbagai syarat dan rukunnya, belum  tentu diterima dan berpahala kalau motivasinya bukan karena Allah, tetapi karena manusia, seperti ingin dikatakan rajin, tekun, dan sebagainya. Motivasi dalam melaksanakan setiap amal harus betul-betul ikhlas, hanya mengharapkan ridha Allah saja.
Berkenaan dengan Niat, sebagian ulama mendefinisikan niat menurut syara’ sebagai berikut:
Niat adalah menyegajakan untuk berbuat sesuatu disertai / berbarengan dengan perbuatannya. Keinginan yang ditujukan untuk mengerjakan sesuatu perbuatan sambil mengharapkan ridha Allah swt dan menjalankan hukum Nya. 
Disepakati bahwa tempat niat adalah dalam hati dan dilakukan pada permulaan yaitu melakukan perbuatan untuk tujuan amal kebiakan dan tentu saja bukan merupakan rangkaian perbuatan yang dilarang. Niat berperan penting dalam ajaran islam, khususnya dalam perbuatan yang berdasarkan perintah syara’ atau dalam perbuatan yang mengandung harapan untuk mendapatkan pahala dari Allah swt. Niat akan menentukan nilai , kualitas, sserta hasilnya yakni pahala yang diperolehnya.
Orang- orang yang berhijrah dengan niat ingin mendapat keuntungan dunia atau hanya sekedar ingin mengawini seorang wanita, ia tidak akan mendapatkan pahala dari Allah dan begitupun sebaliknya.Niat pada umumnya Niat sangat penting dalam menentukan sahnya suatu ibadah karena Niat termasuk rukun pertama dalam setiap melakukan amal dan ibadah, tidak sahlah suatu amal ibadah jika diawali dengan niat yang benar.
 Niat dalam arti motivasi juga sangat menetukan diterima atau tidaknya suatu amal dan ibadah oleh Allah SWT baik itu Sholat, puasa, zakat, naik haji dll. Shalat umpanya yang dinggap sah menurut pandangan syara’ karena memenuhi berbagai syarat dan rukunnya, belum tentu diterima dan berpahala kalau motivasinya bukan karena Allah tetapi karena manusia, seperti: ingin dikatakan rajin, tekun, dan sebagainya. Motivasi dalam melaksanakan setiap amal haruslah betul- betul ikhlas hanya mengharapkan ridho Allah saja,

Para ulama berbicara tentang niat, maka mencakup 2 hal:

a)  Niat yang berkaitan dengan ibadah itu sendiri, niat sebagai syarat sahnya ibadah.
b)  Niat yang berkaitan dengan Zat yang disembah (objek/sasaran peribadatan) sebagai syarat diterimanya ibadah, atau sering dinamakan dengan الإخلاص, yaitu memurnikan hati, niat dan amal hanya kepada Allah ‘azza wa jalla


3.  Contoh Niat Dalam Beramal

Hadis ini merupakan sebuah dasar paling penting dalam kaidah islam. Para ulama memberikan penilaian terhadap hadis ini dengan penilaian yang tinggi. Sebagian diantaranya mengatakan hadis ini setengah agama, Biasa ada juga yang mengatakan sepertiga agama. Nilai pentingnya hadis ini terletak pada informasi yang dikandungnya, Menyangkut standar utama diterima atau tidaknya amal manusia.
Rasullulah menginformasikan di dalam hadis ini bahwa amal itu tergantung kepada niatnya. Setiap perbuatan harus ada niat. Tanpa niat, Suatu perbuatan tidak akan bernilai di sisi allah. Demikian juga pernuatan yang diniatkan untuk selain Allah, juga tidak akan bernilai di sisi Allah.
Salah satu contoh orang yang berhijrah dengan niat ingin mendapatkan keuntungan dunia atau ingin mengawini seorang wanita, Ia tidak akan mendapatkan pahala dari Allah SWT. Sebaliknya, jika seseorang hijrah karena ingin mendapatkan ridha dari Allah SWT, maka ia akan mendapatkannya, Bahkan keuntungan duniapun akan diraihnya.
Sebenarnya, Hijrah yang dimaksud pada hadis diatas adalah berhijrah dari mekkah ke Madinah, Karena pada saat itu penduduk makkah tidak merespon lagi dakwah nabi, Bahkan mereka ingin mencelakakan nabi dan umat islam.
Akan tetapi, setelah islam jaya, hijrah tersebut lebih tepat diartikan sebagai perpindahan dari kemungkaran atau kebatilan kepada yang hak.  Namun Demikian, Niat hijrah tetap saja sangat berperan dalam menentukan berpahala atau tidaknya setiap hijrah, Dalam berbagai bentuknya.
Contoh lainnya adalah mandi, Apakah mandi itu mandi thaharah atau hanya untuk kebersihan. Niat juga membedakan satu jenis ibadah dengan jenis yang lainnya. Shalat dua rakaat, Bisa sama rakaatnya tetapi berbeda pahalanya,karena dari niatnya berbeda. Contoh orang yang masuk masjid lalu ia shalat, ia bisa shalat tahiyyatul masjid ,bisa shalat fajar, bisa juga shalat yang lainnya.


4.  Ciri-ciri Orang yang ikhlas Dalam Beramal

Orang-orang yang ikhlas memiliki ciri-ciri, Diantaranya :
a)  Selalu Memandang Diri Sendiri
b)  Khawatir terhadap popularitas
c)  Cinta dan benci karena Allah
d)  Tidak terpengaruh oleh kedudukan dan pangkat
e)  Tetap beramal meski belum terlihat hasilnya

5.  Cara-cara ikhlas Dalam Beramal

a)  Do’a berdoalah agar setiap amal ikhlas karena Allah
b)  Menyembunyikan amal
c)  Memperhatikan amalan mereka yang lebih baik
d)  Memandang remeh apa yang telah di amalkan
e)  Khawatir jika amalnya tidak diterima
f)   Tidak terpengaruh ucapan orang
g)  Senatiasa ingat bahwa surga dan neraka bukan milik manusia
h)  Ingatlah bahwa anda akan berada dalam kubur sendirian

6.  Hikmah Mempelajari Niat Dalam Beramal

a)  Niat atau motivasi dalam beramal
b)  Menjauhi perbuatan riya dan syirik kecil
c)  Niat beramal karena hanya Allah semata





BAB III
PENUTUP


A. KESIMPULAN

Niat dalam arti motivasi, juga sangat menentukan diterima atau tidaknya suatu amal oleh Allah SWT. Shalat umpamanya, yang dianggap sah menurut pandangan syara’ karena memenuhi beberapa syarat dan rukunnya, Belum tentu diterima dan berpahala kalau motivasinya bukan karena Allah,tetapi karena manusia, Seperti ingin dikatakan rajin,tekun,dan sebagainya. Motivasi dalam melaksanakan setiap amal harus betul-betul ikhlas, Hanya mengharapkan ridha Allah SWT saja.
        Berkenaan dengan niat, sebagian ulam mendefinisikan niat menurut syara’ sebagai niat adalah menyengajakan untuk berbuat sesuatu disertai atau berbarengan dengan perbuatannya. Keinginan yang di tunjukkan untuk mengerjakan sesuatu perbuatan sambil mengharapkan ridha Allah SWT dan menjalankan tugasnya.

B.  SARAN

Inilah hasil makalah kami, kami menyadari masih banyak kekurangan dalam pembuatan makalah ini, maka dari itu kami menerima saran dan kritik guna untuk membangun makalah ini, serta agar sempurnanya pembuatan makalah kami selanjutnya.




DAFTAR PUSTAKA





Irsyad, Muhammad. 2012.Hilangkan strees dengan hipno ikhlas.       Jogjakarta : Najah

Ghanim, Syeikh Fatih.2011. Kumpulan Hadist Qudsi pilihan.Jakarta Timur : Pustaka Al Kautsar.

Shihab, M Quraish.2008. M Quraish Sihab Menjawab.Lentera   Hati.

An-Nawawi, Imam dan Allamah Al-Qhastalani.2011.menyelami makna seruan seruan ilahi dalam Hadis Qudsi.Yogyakarta: Mitra pustaka

Comments

Popular Posts